Sabar Itu…. Tak Ada Batasnya!

sabar itu indah“Saya sudah bersabar selama ini, tapi kesabaran saya ada batasnya.” Kalimat ini menunjukkan bahwa sebenarnya dia tidak bersabar. Ya, karena sabar adalah salah satu akhlak yang baik maka akhlak yang baik itu tidak ada batasnya. Ia harus terus dimunculkan setiap saat sebagai ciri muslim-muslimah yang baik. Allah berfirman:

“Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.” (TQS Az-Zumar: 10).

Sabar adalah sebuah sikap mental yang berarti menahan dan mengekang. Artinya, kita menahan segala apa yang akan menimbulkan kemudharatan dan keburukan. Sabar itu banyak macamnya. Di antaranya:

1. Bersabar dalam menghadapi musibah.

Kita memang menyukai seuatu yang indah, sesuatu yang membuat hati tenang dan tentram. Namun adakalanya Allah menurunkan ujian kepada kita berupa musibah, seperti sakit, kematian orang terdekat, kebangkrutan usaha, PHK, kecelakaan, kehilangan uang, dan sebagainya. Hal yang pertama kali diingatkan adalah sabar. Sabar dan tabahlah dalam menghadapi segala macam cobaan dalam hidup ini. Sabar berlawanan dengan sedih dan keluh kesah. Sebagaimana Allah berfirman:

“…..sama saja bagi kita mengeluh ataukah bersabar. Sekali-kali kita tidak mempunyai tempat untuk melarikan diri.” (TQS. Ibrahim: 21)

2. Bersabar dalam ketaatan kepada Allah

Ada banyak sebab manusia sulit untuk taat kepada Allah, yaitu malas, seperti dalam menjalankan ibadah salat, malas pergi ke majelis ilmu, malas mengaji dan sebagainya. Kikir (bakhil), seperti menunaikan zakat dan infaq. Kemudian karena keduanya yakni malas dan bakhil, seperti hahi, dakwah dan jihad. Maka, kemampuan untuk menahan segala kemalasan dan kebakhilan inilah yang dinamakan sabar. Dalam jiwa manusia ada sifat enggan untuk taat pada Allah, maka kita harus bersabar dalam ketaatan ini supaya mengalahkan sifat-sifat malas dan bakhil tadi.

3. Bersabar dalam meninggalkan kemaksiatan.

Sabar dalam hal ini juga tak kalah beratnya sebab godaannya sangat banyak. Misalnya ghibah (ngerumpi), setan akan teus menggoda manusia untu melakukan dosa-dosa kecil yang terus ditumpuk menjadi dosa besar. Dosa yang tidak disadari tetapi lambat-laun semakin membesar. Maka, bersabar untuk tidak melakukan kemaksiatan adalah upaya kita untuk menjaga diri dari api neraka.

 

Nah, dalam tiga macam kesabaran itu, tentu semuanya tidak boleh ada batasnya. Orang yang mengatakan bahwa kesabaran itu ada batasnya sesungguhnya ia tidak bersabar dan dia telah melakukan kemaksiatan. Orang yang tidak bersabar, maka dia masuk dalam golongan orang yang berkeluh kesah dan ini sangat dilarang dalam Islam.

Maka, selalu memurnikan niat supaya ikhlas adalah salah satu cara bersabar. Senantiasa mengharap ridho-Nya dan tetap mengharap rahmat Allah. Semoga kita semua termasuk dalam golongan orang-orang yang sabar. Wallahu a’lam. Semoga bermanfaat. [yA]

Related posts:

Belajar itu Beramal
Kemuliaan Muslimah
Tips Belanja Online

Tags : , , , 0 Comments