Muslimah Pendidik Generasi Terbaik

Muslimah pendidik generasiKadang saya heran, mengapa tidak ada guru laki-laki di TK atau PAUD. Kebanyakan guru perempuan, meskipun ada juga peran laki-lakinya tetapi yang sering terlihat adalah guru perempuan atau muslimah itu.

Ada pula istilah bahwa wanita adalah tiang negara, yang bila kaum wanitanya bagus maka baguslah negara itu. Sebaliknya kalau negara itu rusak maka itu disebabkan oleh kaum wanitanya. Betapa hebatnya wanita sampai bisa merusak atau membaguskan sebuah negara. Padahal wanita identik dengan kelemahlembutannya, tenaganya tak lebih kuat dibandingkan lelaki. Namun, di balik kelemahannya, tersimpan kekuatan yang istimewa.

Bayangkan saja, wanita kuat menyimpan manusia dalam tubuhnya. Membawa-bawa beban seberat 5-10 kilogram selama sembilan bulan tanpa pernah disimpan di tempat lain. Bisa mengeluarkan manusia dari tubuhnya pula. Itulah wanita, meski tampak lemah tapi kuat luar biasa.

Wanita juga indentik dengan madrasah pertama bagi anak-anaknya, bahkan selama-lamanya. Tidaklah heran karena sepanjang hari anak-anak melihat dan bisa saja meniru apa yang dilakukan sang ibu. Ini bisa saja tidak disadari, jadi ketika yang dilakukan adalah hal-hal yang jelek maka anak pun akan menirunya. Sebagai contoh, ibu yang suka marah-marah dengan berteriak-teriak bahkan melakukan kekerasan pada sang anak maka itu akan ditiru sang anak. Anak menjadi suka berteriak-teriak ketika meluapkan amarahnya.

Sebaliknya, anak yang suka diajari untuk malu ketika auratnya tidak tertutup maka ia akan merekam hal tersebut dalam memorinya jadi saat ia tidak menutup aurat ia akan malu. Atau bila melihat teman-temannya tidak menutup aurat ia akan berkata bahwa harusnya temannya itu malu karena auratnya terbuka.

Sebab kebaikan atau keburukan adalah soal pembiasaan. Jadi untuk bisa baik maka perlu dibiasakan, begitu pula keburukan. Memang tidak mudah mendidik anak, jika kita menginginkan anak menjadi baik maka itu harus dimulai dari diri kita sendiri. Kitalah yang harus menjadi teladan pertama dan utama dalam pendidikan anak-anak kita. Apa yang kita ajarkan maka terlebih dulu kita harus mencontohkannya.

Seringkali saya jumpai, orang tua yang mengajarkan anaknya untuk makan, minum, menerima pemberian orang atau memberikan kepada orang lain harus dengan tangan kanan. Namun ketika dirinya sendiri makan, minum justru dilakukan dengan tangan kiri. Kalau anak kecil diingatkan ia akan langsung menggantinya dengan tangan kanan, tetapi kalau orang tua diingatkan ia akan ngeles, gengsi kalau harus mengakui kesalahannya.

Betapa berat peran muslimah dalam mendidik generasi umat ini. Banyak tantangan dan cobaan, yang tentu saja pahalanya berlimpah. Ini adalah investasi. Mendidik anak dengan orientasi dunia hanya akan menjadikan anak-anak kita sukses di dunia tapi miskin di akhirat. Sebaliknya, mendidik anak dengan pengajaran islami, akan menjadikan anak-anak kita sukses di akhirat dan di dunia juga. Sebab orientasi hidup seorang muslim itu haruslah akhirat. Hidupnya diusahakan untuk mencari ridho Allah, bukan materi semata. Di pundak kaum muslimahlah, tugas dan tanggung jawab ini diemban. [yA]

Related posts:

Jalan Cahaya; Episode Masuk Islamnya Umar bin Khattab
Bila Hidup Telah Berakhir
Hati-hati Bahaya Ghibah

Tags : , , , 0 Comments