Keluarga Sakinah Dambaan Umat Islam

keluarga sakinah keluarga idealDoa yang populer dan dianjurkan oleh Rasulullah ketika mendoakan orang yang menikah adalah supaya mereka mendapat keberkahan dan diliputi kebaikan dalam bangunan keluarga sakinah. Barokallah lakuma wa baroka alaikuma wajama’a baynakuma fii khoir. Maknanya sangat dalam, betapa kita mengharapkan kehidupan berkeluarga  yang penuh barokah dan kebaikan.

Makna barokah adalah ziyadatu ni’mat. Bertambah kenikmatan. Yakni, penuh kesyukuran atas setiap karunia yang diberikan oleh Allah swt kepada setiap insan. Sebagaimana janji Allah dalam al-Qur’an, bahwa bila kita bersyukur maka Allah akan menambah kenikmatan untuk kita. Sebaliknya kalau kita kufur nikmat, maka azab Allah sangat pedih.

Doa lain yang sering kita dengar adalah “selamat menempuh hidup baru, semoga menjadi keluarga sakinah, mawadah warohmah”. Kalimat itu karena seringnya kita dengar, mungkin menjadi biasa saja. Padahal, makna kata sakinah, mawadah wa rohmah itu sungguh luar biasa.

Tenang, penuh kasih dan sayang. Itulah maknanya yang sangat kita harapkan bisa terwujud dalam rumah tangga yang kita bangun. Siapa yang tidak ingin bahagia dalam pernikahannya? Tentu siapa saja yang memutuskan untuk menikah, mengharapkan rumah tangganya selalu dilingkupi kebaikan dan kebahagiaan. Bukan hanya cinta yang dibutuhkan, melainkan kasih dan sayang. Inilah yang akan sulit dilakukan apalagi kalau pernikahan berlangsung selama bertahun-tahun hingga senja usia. Tantangannya pun banyak. Tak jarang, banyak yang bahtera pernikahannya terhempas badai bahkan karam di tengah jalan sebelum sampai di tujuan.

Pernikahan baru berjalan sekian bulan atau tahun, tiba-tiba didera masalah kemudian bercerai. Bukankah itu menyakitkan bagi kedua belah pihak dan akan berimbas pada anak-anak? Oleh karenanya, pernikahan tak cukup hanya dengan cinta. Butuh kasih sayang, butuh ilmu untuk mengatasi setiap permasalahan yang hadir di rumah kita.

Muslimah yang sholehah, qonaah pada setiap yang didapatkan dari suaminya, serta suami yang sabar dan penuh kasih sayang, serta saling pengertian di antara kedua pihak adalah kunci kebahagiaan dalam rumah tangga. Banyak kisah perceraian yang berawal dari istri yang tidak qonaah, yang selalu menuntut suaminya untuk memberikan segala yang dia inginkan tanpa mengukur kemampuan suaminya. Banyak pula kisah tragis dalam rumah tangga diakibatkan suami yang tidak sabar, sehingga seringkali menyiksa istrinya, sampai terjadi kekerasan dalam rumah tangga.

Kita semua berharap, sejak awal pernikahan untuk menjadi keluarga sakinah, mawadah wa rohmah. Namun harapan harus diimbangi dengan ikhtiar, bukan? Sekadar berharap tanpa usaha, itu namanya angan-angan belaka. Maka mewujudkan rumah tangga yang penuh ketentraman membutuhkan usaha yang besar. Bagaimana kita harus bisa menahan keinginan kita demi kebahagiaan pasangan. Bagaimana kita kadang harus bersabar atas kelakuan buruk pasangan. Bagaimana kita harus setia mendampinginya apapun keadaan diri pasangan dan terus bersamanya meskipun hidup susah.

Sejatinya, ketenangan itu adalah tujuan pernikahan. Agar kita bisa tenang beribadah kepada Allah karena separuh agama kita telah digenapkan oleh pasangan. Agar kita bisa tenang menjalani sisa usia bersama orang yang juga siap menanggung segala beban hidup bersama kita untuk nantinya bisa bersama-sama hidup di surga.

Memahami tugas masing-masing pun sangat penting. Bayangkan kalau kedua pihak tidak mau menunaikan kewajibannya, maka akan terjadi keterbengkalaian tugas dan saling menyalahkan. Siapa yang senang kalau terjadi perceraian? Setanlah yang akan senang.

Karena itulah, mari kita tekadkan dalam hati untuk menjadikan keluarga kita keluarga sakinah, mawadah wa rohmah hingga ke surga-Nya kelak. Aamiin…. (yA)

Related posts:

Dusta yang Diperbolehkan
Hati-hati Bahaya Ghibah
Jenis Kerudung Yang Wajib Diketahui

Tags : , , , , 0 Comments