Ada Beban; Ada Pundak

Menanggung beban kehidupanSahabat, dalam rentang perjalanan hidup kita sering terhenti melangkah hanya karena kita merasa tak mampu. Tak sedikit diantara kita benar-benar berhenti tak mau melangkah lagi. Semua terjadi saat diri kita merasa bahwa diri tak mampu lakukan semua itu.

Saat kita sekolah dulu pasti masih ingat bahwa agar kita naik kelas kita harus mengikuti ujian. Ada yang berhasil, juga tidak sedikit yang gagal. Itulah kehidupan. Gagal kita dalam ujian bukan karena kita tak mampu lewati ujian, tapi lebih karena kita tak siap hadapi ujian. Kita tak cukup untuk belajar.

Begitu juga dengan kehidupan ini. Ujian akan selalu ada. Beban yang makin berat akan terus terjadi. Kita tak bisa lepas darinya. Karena itulah kehidupan. Kita tak bisa mengurangi beban, tantangan dan ujian hidup ini. Yang bisa kita lakukan adalah membesarkan diri, menyiapkan diri dan menguatkan diri agar bisa menghadapi kehidupan.

Bukan karena beban yang berat yang menghentikan kita, tapi lebih karena kita enggan tuk mencoba bahwa itu mampu kita pikul. Bukan tak mampu kita menghapal ayat demi ayat, surat demi surat, tapi lebih karena kita tak mau membiasakan diri dengan itu semua. Bukan sulit yang jadikan kita tak raih harap, tapi lebih karena diri enggan jadi pribadi mulia dengan beban yg berat. Sering kali kita menyerah padahal kita tahu itu bukanlah batas akhir mampu kita, tapi akhirnya hidup kita penuh penyesalan akibat  putus asa yang kita pilih.

Sahabat, ujian adalah bagian dari hidup. Beban adalah bagian dari kehidupan. Resiko hidup dan kehidupan adalah kita bersiap menerima beban dan ujian, seberat dan serumit apapun. Dan ingatlah bahwa tiada beban tanpa diciptakan disitu pundak. Ingatlah pula, bahwa Allah selalu berikan mampu atas setiap ujian yang ia anugerahkan pada kita, agar kita bisa menjadi pribadi yang lebih baik, lebih mulia.

Allah Swt berfirman:

“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya.” (QS. Al-Baqarah: 286)

Selamat menikmati kehidupan, semoga ujian dan beban yang kita pikul menjadikan kita lebih mulia dan lebih baik.

 

Ditulis oleh: Asep Supriatna untuk Elthof Inspiring

Ingin berkomunikasi dengan kami, silakan follow @elthof | @elthofinspiring | @asepfakhri

www.elthof.com | add PIN: 288e1ed7

 

Related posts:

Dakwah itu Cinta
Belajar itu Beramal
Jalan Cahaya; Episode Masuk Islamnya Umar bin Khattab

0 Comments